beritadunesia-logo

Pantai Tanjung Papuma

\"Papuma\"Pantai Tanjung Papuma (Papuma) merupakan contoh wisata alam yang belum banyak diketahui masyarakat dunia. Papuma yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Surabaya Jawa Timur, jarang dikunjungi wisatawan asing dan domestik. Padahal, banyak sekali keindahan yang disuguhkan oleh alamnya.

Papuma berada di jalur Bromo, Ijen, dan Bali. Pantai pasir putih ini terletak kurang lebih 37 km ke arah selatan dari Kota Jember, atau kurang lebih 235 km dari Kota Surabaya. Pantai dengan luas 25 hektare ini menyuguhkan banyak kelebihan. Sebut saja hamparan pasir putih dengan tanjung melingkar sepanjang 1,5 km, barisan bukit hijau dengan pepohonan yang rimbun mengelilingi pantai. Ditambah lagi, pengunjung yang datang bisa sekalian melihat-lihat satwa liar yang ada di hutan.

Akses menuju Papuma juga tidak terlalu sulit, hanya saja memakan waktu cukup lama sekitar tujuh jam untuk sampai ke sana. Dari Surabaya ke Jember wisatawan yang menaiki kendaraan umum bisa memilih patas AC jurusan Surabaya-Jember atau bus non-AC. Sepanjang perjalanan dari Jember menuju pantai, hamparan sawah dan ladang jagung menjadi pemandangan yang meneduhkan untuk dinikmati. Terlebih lagi, di kota-kota besar seperti Jakarta sawah dan ladang sangat jarang ditemui. Selain naik bus, wisatawan juga bisa memilih alternatif lain, yakni kereta api. Sampai di stasiun, perjalanan kembali dilanjutkan dengan taksi untuk sampai ke pantai.

Menjelang pukul 12.00 WIB, pantai memancarkan keindahan sempurna. Sinar matahari menyentuh hamparan air biru sehingga memberikan warna yang senada dengan birunya langit. Belum lagi warna hijau pepohonan yang kontras berpadu dengan pantai Papuma. Keunikan lain di Papuma, yakni adanya Batu Malikan yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian khas seperti musik bila terkena ombak.

Batu Malikan merupakan karang-karang pipih yang mirip seperti sebuah kerang besar yang menjadi dasar sebuah batu karang besar, yang letaknya tak jauh dari tepi pantai. Ada tujuh batu karang besar di pantai itu. Tujuh batu karang disebut sebagai pulau kecil oleh warga setempat. Enam dari tujuh pulau itu memiliki nama yang sesuai dengan bentuknya. Konon, satu dari antara pulau tersebut dihuni oleh ratusan ular berbisa sehingga tidak ada masyarakat atau wisatawan yang bisa berkunjung ke pulau tersebut.

Selain menyuguhkan keindahan alam dan deretan pulau-pulau kecil, Papuma juga dihuni oleh satwa liar, seperti rusa, lutung, kera ekor panjang, lutung kuning, biawak, ayam hutan, dan sebagainya. Hewan liar tersebut memang sengaja dibiarkan berkembang biak di hutan sekitar pantai Papuma. Biasanya, hewan-hewan tersebut akan muncul pagi atau menjelang malam hari.

Sumber: potensidaerah.ugm.ac.id